Optimalisasi Peran Praja dalam Manajemen Tanggap Darurat Pascabencana dan Kerja Bakti Sosial di Kabupaten Aceh Tamiang
Abstract
Natural disasters not only cause physical destruction but also significantly affect social stability, environmental conditions, and governance activities, requiring integrated post-disaster recovery efforts (Coppola, 2015). Aceh Tamiang Regency, as an area vulnerable to flood-related disasters, requires a rapid, coordinated, and participatory recovery approach in accordance with collaborative disaster management principles (Law of the Republic of Indonesia Number 24 of 2007 concerning Disaster Management). This study aims to analyze the involvement of Praja in supporting emergency response and post-disaster recovery processes through environmental clean-up activities, drainage normalization, and social assistance for affected communities. The research employed a participatory approach through field observations, direct involvement in community service activities, inter-institutional coordination, and documentation during the Government Internship Program in Aceh Tamiang Regency. The findings indicate that Praja participation significantly contributed to accelerating environmental rehabilitation and restoring social conditions. Coordination among Praja, local government institutions, and communities reflected collaborative governance practices that strengthened collective decision-making and recovery effectiveness (Ansell & Gash, 2008). This study concludes that strengthening collaborative capacity, improving supporting facilities, and enhancing community empowerment are essential for establishing adaptive, participatory, and sustainable post-disaster recovery systems and strengthening community resilience
References
Aldrich, D. P., & Meyer, M. A. (2015). Social Capital and Community Resilience. American Behavioral Scientist, 59(2), 254–269. https://doi.org/10.1177/0002764214550299
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2016). Risiko bencana Indonesia. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Indeks Risiko Bencana Indonesia. BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI). BNPB.
Coppola, D. P. (2015). Introduction to international disaster management (3rd ed.). Butterworth-Heinemann.
John W. Creswell Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Agus Dwiyanto Dwiyanto, A. (2017). Manajemen pelayanan publik: Peduli, inklusif, dan kolaboratif. Gadjah Mada University Press.
Miles B. Huberman Huberman, M. B., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2020). Pedoman umum kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana daerah. Kemendagri.
Krisnanda, K., Widyastuti, W., & Nadia, L. P. (2026). Pelatihan manajemen pemasaran dan diversifikasi produk sebagai solusi peningkatan daya saing petani di tengah risiko gagal panen. Jurnal Abdimas Madani dan Lestari, 8(1), 41–50.
Lexy J. Moleong Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Taliziduhu Ndraha Ndraha, T. (2015). Kybernology: Ilmu pemerintahan baru. Rineka Cipta.
Riant Nugroho Nugroho, R. (2018). Public policy: Dinamika kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Elex Media Komputindo.
Robert D. Putnam Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.
Edi Suharto Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.
Sugiyono Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non-Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana.
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
United Nations Development Programme. (2017). A resilience approach to development: Building resilience to disasters and crises.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030.
Robert K. Yin Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
World Bank. (2010). Natural hazards, unnatural disasters: The economics of effective prevention. World Bank Publications.
Raden Rakha Manggala Putra. (2026). Laporan Magang Pemerintahan Pratama Kabupaten Aceh Tamiang. Dokumen internal.