ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DIGITAL MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN BRAND POSEIDON MERCH DI KECAMATAN CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan serta implementasi strategi
pemasaran digital melalui media sosial TikTok yang dijalankan oleh brand Poseidon Merch, mengidentifikasi
hambatan yang dihadapi beserta upaya mengatasinya, dan menganalisis dampaknya terhadap perkembangan usaha
ditinjau dari aspek jangkauan audiens, engagement, dan pertumbuhan penjualan. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada Poseidon Merch, sebuah brand apparel streetwear
lokal yang berbasis di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Subjek penelitian terdiri dari Owner Poseidon
Merch, Admin Media Sosial, serta tiga orang konsumen sebagai informan pendukung yang dipilih melalui teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi terhadap akun TikTok
Poseidon Merch, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji
keabsahannya melalui triangulasi sumber, metode, waktu, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Poseidon Merch telah menerapkan perencanaan pemasaran digital melalui penyusunan content calendar berbasis
momentum dan insight audiens, memproduksi konten dalam format video pendek, foto/carousel, dan live shopping
dengan identitas visual yang konsisten, serta memanfaatkan TikTok Ads, kolaborasi micro influencer, dan strategi
cross-platform ke Instagram. Namun demikian, implementasi strategi tersebut masih menghadapi kendala
keterbatasan sumber daya manusia, modal dan peralatan produksi, kesenjangan pengetahuan analitik digital, serta
kesenjangan brand awareness yang besar terhadap kompetitor langsung. Strategi pemasaran digital yang
diterapkan memberikan dampak positif secara bertahap terhadap peningkatan brand awareness, engagement
audiens, dan konversi penjualan, dengan capaian total produk terjual lebih dari 4.300 unit dan omzet bulanan
berkisar Rp15.000.000 hingga Rp25.000.000. Analisis SWOT pasca-penelitian merekomendasikan strategi WO
sebagai prioritas utama, yaitu penyusunan SOP dan template content calendar yang lebih terstruktur disertai
praktik content batching untuk menjaga konsistensi unggahan di tengah keterbatasan sumber daya manusia,
sekaligus mempercepat ekspansi ke Instagram sebagai kanal retensi pelanggan.