Partisipasi Kewargaan Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Perkotaan: Studi Kualitatif tentang Praktik Kewargaan Lingkungan di Jakarta
Abstract
Artikel ini menganalisis praktik kewargaan pemuda dalam pengelolaan sampah perkotaan di Jakarta. Kajian ini berangkat dari argumen bahwa kewargaan di kota-kota kontemporer tidak terbatas pada partisipasi politik formal, tetapi juga diekspresikan melalui tanggung jawab kolektif, tindakan lingkungan, dan kolaborasi antara warga dengan institusi lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji bagaimana pemuda perkotaan memaknai persoalan lingkungan, mengorganisasi inisiatif kewargaan, dan terlibat dalam aktivitas komunitas yang berkaitan dengan pengurangan sampah di beberapa wilayah Jakarta. Penelitian ini melibatkan 15 informan yang terdiri atas aktivis komunitas pemuda, relawan lingkungan tingkat warga, koordinator kegiatan lokal, dan masyarakat yang berpartisipasi dalam program pengurangan sampah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Berdasarkan temuan penelitian, artikel ini mengidentifikasi tiga pola utama. Pertama, kewargaan pemuda dalam pengelolaan sampah muncul melalui kesadaran isu dan kemauan mengubah persoalan lingkungan sehari-hari menjadi kepedulian sipil bersama. Kedua, partisipasi kewargaan menjadi lebih efektif ketika inisiatif pemuda terhubung dengan jejaring warga, kepemimpinan lokal, dan program praktis seperti pemilahan sampah, kampanye edukasi, dan kegiatan daur ulang. Ketiga, keberlanjutan kewargaan lingkungan masih dibatasi oleh lemahnya kontinuitas, rendahnya disiplin publik, dan dukungan kelembagaan yang belum merata. Dalam konteks ini, artikel menegaskan bahwa kewargaan lingkungan di kalangan pemuda perkotaan merupakan bentuk penting partisipasi demokratis yang berakar pada kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penguatan kewargaan dalam tata kelola lingkungan perkotaan memerlukan pendidikan kewargaan, sistem dukungan kolaboratif, dan institusi lokal yang lebih responsif.