Evaluasi Kinerja Keberlanjutan Berbasis Triple Bottom Line dalam Mendukung Pengembangan Entrepreneurship pada Warung Nasi Sunda 3 Saudara Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat
Abstract
Usaha mikro, kecil, dan menengah sektor kuliner perlu menyeimbangkan kelayakan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kinerja lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja keberlanjutan berbasis Triple Bottom Line serta menetapkan prioritas praktis untuk pengembangan entrepreneurship pada Warung Nasi Sunda 3 Saudara di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Delapan informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas dua pemilik, tiga karyawan, dua pelanggan tetap, dan satu warga sekitar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek profit didukung oleh variasi menu, harga terjangkau, lokasi strategis, dan pelanggan tetap, tetapi transaksi, pemisahan kas usaha dan rumah tangga, biaya menu, serta laba bersih belum dicatat secara sistematis. Aspek people tampak pada penyerapan tenaga kerja lokal, hubungan kerja kekeluargaan, dan pelayanan ramah, tetapi pembagian tugas, aturan kerja, pelatihan, upah, standar pelayanan, dan keselamatan kerja masih informal. Aspek planet mencakup kebersihan harian dan kebiasaan menghemat sumber daya, tetapi sisa makanan, sampah campuran, minyak jelantah, plastik sekali pakai, dan bau limbah cair belum dikelola memadai. Keberlanjutan usaha masih berbasis kebiasaan dan pengalaman, belum menjadi sistem manajemen yang terukur. Penelitian merekomendasikan penerapan bertahap berupa buku kas harian, pemisahan kas, pemasaran dan pembayaran digital, prosedur kerja tertulis, pelatihan karyawan, pemilahan sampah, penampungan minyak jelantah, penyaringan limbah cair, dan evaluasi berkala.