Integrasi Hifẓ al-Nasl dan Hifẓ al-Bī'ah sebagai Landasan Eco-Family Muslim
Abstract
Krisis lingkungan global yang ditandai dengan perubahan iklim, pencemaran, kerusakan ekosistem, dan meningkatnya volume sampah rumah tangga telah menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan kehidupan manusia. Dalam perspektif Islam, perlindungan keluarga (hifẓ al-nasl) dan pemeliharaan lingkungan (hifẓ al-bī'ah) merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemaslahatan manusia. Namun, kajian yang mengintegrasikan kedua konsep tersebut dalam perspektif tafsir Al-Qur'an masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hifẓ al-nasl dan hifẓ al-bī'ah dalam Al-Qur'an serta merumuskan landasan konseptual Eco-Family Muslim sebagai model keluarga yang mengintegrasikan ketahanan keluarga dan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir maudhu'i (tematik) dan analisis maqāṣid al-syarī'ah. Data primer diperoleh dari Al-Qur'an dan berbagai kitab tafsir, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hifẓ al-nasl dalam Al-Qur'an diwujudkan melalui pembentukan keluarga yang sakinah, pendidikan generasi yang berkualitas, dan perlindungan terhadap keberlangsungan keturunan. Sementara itu, hifẓ al-bī'ah tercermin dalam prinsip kekhalifahan manusia, larangan melakukan kerusakan di bumi, serta perintah menjaga keseimbangan alam. Integrasi kedua konsep tersebut melahirkan paradigma Eco-Family Muslim, yaitu keluarga yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan spiritual, sosial, dan moral, tetapi juga memiliki tanggung jawab ekologis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep Eco-Family Muslim dapat menjadi model pengembangan keluarga Islam yang relevan dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di era kontemporer.