Analisis Makna Lagu Lancang Kuning terhadap Realitas Kegagalan Pengelolaan Pemimpin Negara Indonesia dalam Memberdayakan Sumber Daya Manusia yang Kompeten
Abstract
Artikel ini memiliki tujuan untuk makna yang terkandung dalam salah satu lagu daerah Melayu yang berjudul Lancang Kuning untuk meneliti korelasi dan relevansinya terhadap realitas kegagalan pengelolaan sumber daya manusia yang kompeten di negara Indonesia. Lagu Lancang Kuning tidak hanya memiliki fungsi sebagai warisan dan khazanah yang dimiliki bangsa Melayu, di sisi lain lagu ini memiliki pesan moral, sosial, dan politik yang sarat terhadap nilai-nilai pemimpin sebuah bangsa yang mestinya bertanggung jawab agar tidak memberikan dampak negatif yang menjadi kelemahan dan menimbulkan potensi bangsa tersebut lemah hingga hancur. Penelitian ini juga menjadikan makna lagu Lancang Kuning sebagai landasan dalam memberikan kritik sosial kepada pemimpin negara untuk memiliki orientasi yang kuat dan jelas terhadap pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan menjadi sebuah acuan terhadap pemimpin negara Indonesia untuk melakukan refleksi dan evaluasi dalam tata kelola negara. Data dalam penelitian ini diperolah melalui studi kepustakaan yang mencakup literatur budaya Melayu, teori kepemimpinan, dan riset tentang pengembangan sumber daya manusia.
Kata Kunci : Lancang Kuning, Kepemimpinan, Sumber Daya Manusia.
References
Arifin, Z., & Putra, D. A. (2021). Implementasi sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 17(2), 145–158. https://doi.org/10.31289/jap.v17i2.4567
Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
Bennis, W. (2009). On becoming a leader (4th ed.). Basic Books.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Danim, S. (2012). Motivasi kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Rineka Cipta.
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia (Edisi revisi). Bumi Aksara.
Isnaini, F., & Mahliatussikah, H. (2025). Makna simbolik kepemimpinan Melayu dalam lagu Lancang Kuning: Kajian analisis wacana kritis model Fairclough. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 13(1), 44–54. https://doi.org/10.25299/geram.2025.21835
Jakaria, Y. (2020). Integrasi nilai religiusitas dengan kepemimpinan adaptif pada pelatihan kepemimpinan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat. Jurnal Good Governance, 16(2), 127–142. https://doi.org/10.32834/gg.v16i2.203
Kurniawan, J., & Jayanti, K. (2019). Makna keresahan terhadap kondisi alam dalam lirik lagu “Last Roar” karya Tuan Tigabelas: Analisis hermeneutika. BroadComm, 1(2). https://doi.org/10.53856/bcomm.v1i2.190
Northouse, P. G. (2022). Leadership: Theory and practice (9th ed.). Sage Publications.
Octaviani, P., Sarwono, S., & Lubis, B. (2019). Kajian hermeneutik Schleiermacher terhadap kumpulan lagu kelompok musik Efek Rumah Kaca. Jurnal Ilmiah KORPUS, 2(3). https://doi.org/10.33369/jik.v2i3.6788
Rivai, V., & Mulyadi, D. (2017). Kepemimpinan dan perilaku organisasi (4th ed.). Rajawali Pers.
Sedarmayanti. (2018). Manajemen sumber daya manusia: Reformasi birokrasi dan manajemen pegawai negeri sipil. Refika Aditama.
Yukl, G. (2013). Leadership in organizations (8th ed.). Pearson Education.